Biografi Napoleon Bonaparte dan Peperangannya



Keluarga

Napoleon kecil adalah anak ke-2 dari 7 bersaudara, yg lahir pada tanggal 15 agustus 1769 di pulau Korsika. Pada saat itu Korsika berada di bawah kekuasaan kerajaan Prancis. Namun satu tahun sebelumnya Korsika masih merupakan bagian dari kerajaan Genoa (Itali).

Keluarga Bonaparte sendiri merupakan keluarga bangsawan Italia kelas bawah. Ketika berumur 9 tahun ia dikirim ke Prancis untuk besekolah di sekolah agama dan kemiliteran. Dimana ia kemudian lulus dengan pangkat Letnan 2 Artileri pada usia 16 tahun.


Karir dan Prestai Militer



Ketika revolusi Prancis meletus pada tahun 1789, Napoleon berusia 20 tahun. Ia pergi ke Korsika dimana saat itu terdapat 3 faksi yg saling berhadapan, yakni kaum revolusionis, royalis kerajaan dan kaum nasionalis Korsika. Napoleon memihak kepada pasukan revolusi Jacobin, dimana kemudian ia mendapatkan pangkat Letnan Kolonel dan membawahi 1 batalion pasukan sukarelawan. Pada tahun 1792 kemudian pangkatnya naik lagi menjadi Kapten.

Pada 1793 ia mempublikasikan pamflet pro republik yg kemudian membuatnya diangkat menjadi komandan artileri tentara republik. Napoleon membangun pertahanan meriam di kota Toulon untuk membendung masuknya pasukan Inggris dari pantai utara Prancis. Pada pertempuran di kota itu juga pahanya terluka yg kemudian membuatnya mendapatkan promosi menjadi Brigadir Jendral.

Namun setelah pimpinan kaum revolusionis, Robespierre, dieksekusi dgn guilotine pada 1794 Napoleon dikenai tahanan rumah selama 10 hari. Dan karir militernya terancam merosot setelah ia menolak dijadikan komandan pasukan invantri dgn alasan sakit. Namun karir militernya membaik kembali ketika ia mendapatkan kepercayaan menjadi komandan pertahanan istana Tuileres di Paris pada 1795. Di mana ia kemudian berhasil memukul mundur serangan pasukan royalis kerajaan, berikut membunuh 1.400 tentara musuh. Karena peristiwa ini, ia kemudian menjadi terkenal seantero Prancis dan dinobatkan menjadi komandan tentara Italia. Ia kemudian menikah dgn Josephine de Beauharnais pada 1796.

Hanya berselang 2 hari dari pernikahannya ia memimpin invasi terhadap Itali, dimana Napoleon berhasil mengalahkan dan mengusir Austria. Namun Napoleon tidak setuju dgn permintaan pemerintah Prancis untuk menggulingkan paus di Roma, dgn alasan hal tersebut akan mengakibatkan vacum of power dan akan dimanfaatkan oleh kerajaan Napoli. Napoleon justru mengarahkan pasukannya menuju Austria pada 1797, dan memaksa Austria membuat kesepakatan damai. Setelah itu ia kemudian menaklukan Venesia. Selama invasi Itali, pasukan Prancis secara total melakoni 67 pertempuran, menangkap 150.000 pasukan musuh dan merampas 540 meriam.

Selama invasi tersebut Napoleon bahkan menjadi semakin terkenal di Prancis. Pada tahun itu juga partai royalis kerajaan mendapatkan suara mayoritas dalam pemilu. Mereka lantas menyerang Napoleon dgn menuduhnya melangkahi wewenangnya ketika berani memutuskan bernegosiasi dgn Austria tanpa perintah dari negara. Napoleon lantas menjawabnya dgn mengirimkan misi untuk melakukan kudeta dan membersihkan kaum royalis kerajaan di Paris. Hal ini kemudian mengembalikan kekuasaan kaum republikan di Prancis kembali.

Setibanya di Prancis, ketenaran Napoleon semakin menjadi-jadi. Ia kini bahkan lebih tekenal daripara pemimpin pemerintahan Prancis yg sah.

Kampanye militer selanjutnya adalah menduduki Mesir demi memotong jalur perdagangan Inggris dgn daerah koloninya di Asia. Napoleon juga mengakuisisi Malta utuk dijadikan basis angkatan laut di laut tengah pada 1798. Mesir direncanakan Napoleon untuk menjadi pintu gerbang merealisasikan persekutuan dgn dunia arab dan India guna mengusir Inggris dari wilayah koloninya itu. Pertama-tama Napoleon berusa mengambil hati Mesir dgn menjanjikan kemerdekaan dari Turki Osmani dan memuji-muji agama Islam.



Kaisar Prancis


Invasi Mesir nyatanya tidak berjalan sesukses Itali. Armada laut Prancis dihancurkan angkatan laut Inggris. Dan tentara Prancis menghadapi suku Mameluk di Mesir dan juga militer kerajaan Ottoman (Usmaniah) dari Turki pada 1799. Napoleon kemudian dipanggil pulang ke Prancis dgn meninggalkan pasukannya di Mesir. Dimana di Prancis ia kemudian terlibat dalam sebuah plot untuk menggulingkan pemerintahan konstitusionil yg sah. Keadaan Prancis yg bangkrut mempermudah usaha ini, yg kemudian diakhiri dgn terpilihnya Napoleon - yg memang sudah sangat terkenal dan disukai oleh publik Prancis - sebagai kanselir melalui pemilu.

Pada 1801 Prancis menandatangani perjanjian damai dgn Inggris. Namun rupanya skenario perdamaian ini tidak berjalan lancar karena Inggris tidak mau menarik pasukannya dari Malta, sedangkan Napoleon menduduki Torino. Napoleon juga mengirim serdadu ke Haiti demi mengembalikan praktek perbudakan di wilayah jajahan Prancis, dimana pasukannya akhirnya harus menghadapi perlawanan pemberontak dan terjangkit demam kuning. Selain itu kebijakan yg sentralistis di berbagai bidang juga mulai diterapkan di Prancis. Ia juga menjadi presiden French Academy of Science. Melalui konstitusi tahun ke-10 setelah reformasi, Napoleon dinobatkan menjadi Kanselir Prancis seumur hidup pada 1802.

Pada 1804 kepolisian Prancis mengungkap upaya pembunuhan terhadap Napoleon yg didalangi oleh kaum Bourbon. Napoleon kemudian menggunakan isu ini untuk merestorasi kembali sistem monarki di Prancis. Ia mengangkat dirinya sendiri menjadi Kaisar Prancis pada Desember 1804 di Notre Dame de Paris.

Sementara itu Inggris meyakinkan Austria dan Rusia untuk berkoalisi melawan Prancis. Prancis memahami bahwa armada laut mereka bukan tandingan armada Inggris, jadi menyerang Inggris dgn menyeberangi selat bukanlah pilihan yg realistis. Karena itu Napoleon lebih memilih membelokkan pasukannya ke arah Jerman dan mengepung pasukan Austria yg sedang menyerang dan memutus tali komunikasi mereka. Pada 1805 Prancis berhasil memukul mundur pasukan Austria dan Rusia serta menawan 30.000 serdadu musuh. Austria sekali lagi dipaksa menandatangani perjanjian damai yg mengakibatkan berakhirnya Holy Roman Empire digantikan oleh konfederasi sungai Rhine dgn Napoleon sebagai pelindungnya.

Di tahun 1806 Napoleon berhasil mengalahkan Prusia dan menghadang laju tentara Rusia. Dalam sebuah perjanjian antara Prancis dan Rusia, eropa dibagi menjadi dua, yakni eropa timur untuk Rusia dan barat untuk Prancis. Selain itu Napoleon juga beraliansi dgn kerajaan Ottoman dan Persia demi memblokade Rusia dari selatan. Napoleon menjanjikan kepada Turki untuk membantu Turki mengembalikan teritorialnya seperti sedia kala. Ia juga berusahan memboikot produk Inggris dari eropa daratan, namun usahanya ini tidak berhasil karena pedangang Inggris berhasil menyelundupkan barang dagangan mereka.

Pada 1807 Prancis berkoalisi dgn Spanyol untuk menginvasi Portugis dgn alasan tidak mengikuti aturan untuk memboikot produk Inggris. Namun ternyata Prancis justru menghianati Spanyol dan balik menginvasi Spanyol, mengganti raja Spanyol saat itu, Charles IV, dgn kakaknya sendiri, yakni Joseph Bonaparte. Napoleon turun tangan sendiri memimpin tentaranya, ketika Spanyol menyerang balik untuk mengusir Prancis. Namun di tengah jalannya peperangan Austria sekali lagi mengancam akan menyerang Prancis, dan Napoleon terpaksa kembali ke Paris. Selain melawan pasukan Spanyol sendiri, Prancis juga menghadapi Inggris dan Portugal yg membantu Spanyol. Perang di semenanjung Iberia ini disebut memakan biaya yg banyak dan berlangsung brutal, namun baru berakhir pada 1814 ketika Napoleon diasingkan ke pulau Elba.

Pada 1809 Austria lagi2 melanggar perjanjian damai dgn Prancis. Mereka menghambat laju pasukan Prancis di sungai Danube, namun lagi2 pada akhirnya juga dapat dikalahkan kembali. Prancis juga mengakuisisi negara2 gereja di Itali selatan, setelah paus menolak mendukung sistem kontinental eropa yg diterapkan Napoleon.

Pada 1810 Napoleon menikahi istri keduanya, Marrie Loise, Duke of Parma, setelah menceraikan istri sebelumnya. Pada masa itu hampir seluruh eropa berada di bawah kekuasaan Napoleon, termasuk Belanda. Dan oleh sebab itu secara tidak langsung Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu) juga sempat berada di bawah kekuasaan Napoleon. Sebelum akhirnya dititipkan kepada Inggris pada tahun 1811, ketika ratu Belanda lari ke Inggris.

Rusia memutuskan ikatan aliansinya dgn Prancis pada 1811. Prancis mengetahui rencana Rusia untuk merebut Polandia dan mempersiapkan 450.000 tentara untuk menghadapi Rusia pada 1812. Demi mendapatkan dukungan dari kaum nasionalis Polandia, Napoleon menamai perang ini sebagai the second Polish war. Untuk mengingatkan kembali kepada first Polish war melawan invasi dari Rusia. Namun ternyata Rusia lebih memilih menghindari konfrontasi langsung dan menarik pasukannya kembali ke timur ke dalam wilayah Rusia sendiri. Ketika pasukan Prancis mengejar, Rusia menerapkan taktik bumi hangus, yg menyebabkan pasukan Prancis kesulitan mendapatkan suplai kebutuhan hidup, dikarenakan hancurnya kota2 Rusia. Begitu pula ketika Napoleon memenangi pertempuran memasuki kota Moskau, Rusia memutuskan untuk membakar habis Moskau dan mundur ke kota lain. Jatuhnya Moskau yg seharusnya mengakhiri perang dgn kekalahan di pihak Rusia ternyata tidak terjadi. Napoleon beserta seluruh pasukannya akhirnya terpaksa kembali ke Prancis akibat musim dingin Rusia yg ganas. Napoleon mengalami kerugian besar akibat perang Rusia ini. Pasukan yg pada awalnya berjumlah 450 ribu kini tinggal 45 ribu yg kembali.

Kekaisaran Perancis Pertama - Napoleon I



Pengasingan


Terispirasi dari ketidak-suksesan invasi Napoleon ke Rusia, semakin banyak negara yg berkoalisi menentang Napoleon. Kini Swedia bergabung dgn aliansi Inggris, Austria, Rusia, Spanyol, Portugis dan Prusia melawan Prancis. Sekutu memukul mundur Napoleon hingga akhirnya ia harus menarik pasukannya kembali ke Prancis pada 1813. Pasukan sekutu mengepung Prancis dgn jumlah pasukan 3x jumlah pasukan Napoleon, dan pada 1914 Paris akhirnya jatuh ke tangan sekutu. Akhirnya Napoleon menyerah tanpa syarat ketika anak dan istrinya berada di bawah kekuasaan Austria. Ia pun diasingkan ke pulau Elba, sebuah pulau dgn 12.000 penghuni di laut Mediterania.

Namun pada 1815 Napoleon melarikan diri dari Elba. Rencana Inggris untuk mengasingkannya ke samudra Atlantik disinyalir memicu aksi Napoleon ini. Ia mendarat di pantai selatan Prancis 2 hari kemudian. Pemerintah Prancis yg mengetahui hal ini mengirim resimen ke-5 untuk menangkap Napoleon. Namun Napoleon menghadapi resimen tersebut seorang diri, dan ketika berada pada jarak tembak ia meneriakkan kepada mereka: "Aku di sini! Bunuh kaisar kalian jika itu yg kalian mau!" Namun para tentara menimpalinya dgn berseru: "Hidup sang kaisar...!!" dan kemudian bergabung dgn Napoleon berjalan menuju Paris. Menaggapi hal ini, sebuah kongres di Wina kemudian memutuskan Napoleon sebagai penjahat perang. Inggris, Belanda, Austria, Rusia dan Prusia kemudian mengerahkan 150.000 pasukan untuk mengakhiri kampanye militer Napoleon untuk selamanya.

Ketika sampai di Paris jumlah kekuatan pasukan Napoleon telah mencapai 200.000 tentara. Mereka kemudian berniat menuju Belanda untuk menghadari pasukan sekutu. Pertempuran Waterloo pada 18 juni 1815 terkenal sebagai pertempuran terakhir Napoleon, dimana sekutu membuat pasukan Napoleon kocar-kacir. Sekutu kemudian memasuki Paris dan mengembalikan Loise XVIII menduduki tahta Prancis.

Napoleon sendiri kemudian benar2 diasingkan ke pulau St. Helena di tengah2 samudera Atlantik, 2.000 km dari pantai barat eropa dan afrika. Selama di pengasingan kesehatannya terus menurun hingga akhirnya Napoleon meninggal pada tahun 1821 akibat kanker lambung. Namun ada juga rumor yg mengatakan bahwa ia sengaja diracun dgn arsenik. Napoleon memiliki 1 anak laki2 dari perkimpoian sahnya dgn istri keduanya. Tapi disamping itu ia juga memilki beberapa anak dari istri2 simpanannya / selirnya.


INFO TAMBAHAN:

Tambahan dari raxizayi

Peta diatas terlihat bahwa Swedia tidak termasuk dalam peta kekuasaan kekaisaran Napoleon. Disebabkan Swedia merupakan sekutu Perancis. Raja Swedia yang baru dimahkotai pada 1810 adalah Jenderal Perancis,...Jean-Baptiste Bernadotte, Jenderal Bernadotte ini diutus ke perancis karena diusulkan oleh Napoleon untuk menjadi Raja disana, kebetulan tahta Swedia sedang mencari raja baru...

Dengan masuknya Swedia menjadi sekutu, maka perang di daerah Nordik (Swedia, Finlandia, Denmark dan Norwegia) menajdi lebih mudah. Swedia memaksa Norwegia untuk bergabung dalam 1 pemerintahan, dalam tahta Swedia... maka dalam tahun 1814, Swedia dan Norwegia menjadi satu kerajaan. Tapi perang dengan norwegia ini menjadi perang terakhir buat Swedia, setelah pemaksaan norwegia untuk menjadi satu kerajaan, persekutuan tersebut berakhir pada 1905, dimana dari tahun 1905 sampai sekarang Swedia mengambil jalan politik netral dalam setiap perang. Baik itu Perang Dunia I dan Perang Dunia II.


Tambahan dari alergiuang

IMO napoleon memang jendral yg cerdas, tapi militer Perancis saat itu mungkin memang yg paling maju dan kuat di Eropa.



Inggris meski juga sangat maju dan punya armada laut yg paling tangguh, tapi jumlah populasinya kalah jauh dgn prancis.



Italia saat itu tidak punya militer yg kuat, mereka terdiri dari republik2 kecil yg cenderung mengutamakan perdagangan, science dan kebudayaan. negara2 gereja juga tidak punya jumlah militer yg besar.



Russia juga waktu itu belum sekuat sekarang, buktinya mereka terpaksa menerapkan taktik bumi hangus dan lebih banyak kaburnya.



Organisasi militer Spanyol bukan tandingan prancis. tipikal negara mediteran yg tidak terlalu maju.



Prussia dan austria wilayahnya juga ga sebesar Perancis. mereka juga berkali2 dipaksa menandatangani perjanjian damai dgn Perancis. walau seharusnya + Inggris, mereka bertiga ancaman terbesar Perancis.



Napoleon juga kurang sukses di mesir saat melawan suku Mamluk (yg terkenal doyan perang) dan pasukan Turki Utsmani.


Tambahan dari raxizayi

gw nambahin dikit, bener kata elu Austria+Prussia dan Inggris harusnya menjadi ancaman terbesar buat Perancis. Prussia itu negara militer bro... kekuatan militernya sudah mendarah daging di setiap prajuritnya. Sedangkan Austria memang kuat, tetapi kekuatan Austria tidak didukung oleh ekonominya, tentara Perancis jelas lebih maju, Perancis saat itu lebih maju secara ekonomi. Bersama Inggris, Perancis adalah salah satu penguasa "Dunia Baru". Daerah besar bernama Louisiana, Kanada adalah salah satu daerah yang mem-boost ekonomi Perancis. Sedangkan Inggris adalah salah satu kekuatan yang diharapkan seluruh Eropa saat itu untuk dapat menandingi Napoleon di daratan (Inggris negara kepulauan dan terpisah dari benua Eropa, daerahnya secara geografis tentu membutuhkan pendaratan pasukan dari laut ke darat).

Oh ya spanyol itu tipikal pasukan laut, angkatan laut mereka hampir setara dengan Inggris. Kekuatan pasukan infantry spanyol tidak setara dengan perancis bro... Ground Army Perancis memang lebih kuat, disamping memang Napoleon sendiri sejatinya memang jenderal darat. Kekuatan Spanyol langsung banyak mengalami kekalahan pada pertempuran darat. Perancis menyerang Spanyol lewat darat. Tapi Spanyol sempat bersekutu dengan Perancis sebelum nantinya persekutuan itu dikianati oleh Spanyol.


Tambahan dari berwin

Kekalahan Napoleon di Waterloo itu terjadi dari berbagai faktor.

Itu terjadi akibat rentetan kejadian yang gak terduga, salah satunya adalah Marsekal Grouchy yg telat bangun tidur sehingga pasukannya gak bisa memecah pasukan Prusia yang baru dipukul mundur oleh Marsekal Ney dan Soult.

Napoleon dan Blucher saling berebut dataran tinggi di waterloo sabagai tempat menempatkan artilerinya. Pasukan Wellington yang datang dari arah barat laut terhambat oleh cuaca buruk yg menyebabkan mobilisasi pasukannya terlambat.

Wellington seorang jendral yang gak "doyan" ambil resiko tidak mau langsung terlibat dalam pertempuran, dia menggunakan waktunya untuk benar2x membangun formasi pertahanan. Napoleon berencana untuk menempatkan pasukan artilerinya di sekitar daerah perbukitan agar bisa langsung menembakan artilerinya kearah pasukan Wellington. Satu2xnya kekhawatiran Napoleon adalah Charge dari pasukan Hussar nya Prusia yang dipimpin oleh Blucher. Oleh sebab itu dia memerintahkan agar Grouchy dan Gerrad segera memotong pasukan Prusia di daerah Wavre.

Sementara itu untuk memancing pasukan Wellington, Napoleon memerintahkan Jerome agar menyerang pasukan flanking inggris di Hugemont supaya menarik pasukan Wellington agar gak bersatu dengan pasukan Prusia pimpinan Blucher yg masih pusing 7 keliling mengatur barisannya setelah kalah dalam pertempuran di ligny.

Sementara pasukan D'Erlon agar bergerak dari arah Timur menuju barat dan bergabung dengan pasukan Jerome. Rencana ini dimaksudkan untuk membuat kebingungan pasukan Wellington sehingga memecah garis komuinikasi mereka dan memaksa pasukan mereka kembali kelaut.

Wellington yg mengetahui bahwa pasukannya kalah pengalaman dengan pasukan Napoleon tidak berani langsung Head to Head dengan Grande Armee nya Napoleon. Dia memilih menempatkan pasukannya di daerah2x aman disekitar hutan2x agar terlindung dari volley pasukan Napoleon.

Napoleon yang melihat bahwa pasukan Wellington telah tiba segera memerintahkan 80 Field Artilery Peracis untuk menembakan meriamnya kearah pasukan itu. Tetapi karena Formasi pasukan Wellington tidak rapat dan hanya 2 barisan saja serta tanah yg lembek karena hujan dan cuaca buruk maka efektivitas meriamnya tidak maksimal. Tetapi Napoleon berkata bawa dia memang sengaja menggunakan meriam itu untuk meruntuhkan moral musuh.

Pasukan Jerome belum juga berhasil merebut daerah Huegemont untk memecah pasukan Wellington karena sulitnya medan tempur yang dekat dengan daerah2x hutan sehingga menyebabkan pertempuran lebih banyak dilakukan dengan hand to hand combat dibanding formasi serang musket. Dalam hal ini, Pasukan Gaelic, Baduin dan Highlander lebih menguasai medan dibanding pasukan Perancis yang terbiasa dalam perang formasi.

Kemudian Napoleon mendapatkan laporan dari pasukan pengintainya bahwa pasukan Kavaleri prusia sudah berada sekitar 5 km disebelah kanan pasukan Napoleon. Napoleon segera mengirim pesan kepada Grouchy untuk memutar balik pasukannya dan menyerang pasukan Kavaleri Prusia itu dari belakang.

Grouchy sekarang dalam waktu yang sangat dekat menerima 2 perintah yang berlawanan, yang satu meminta dia untuk terus mengejar pasukan Prusia sampai ke Wavre, yang satu lagi meminta dia segera berputar untuk balik ke Waterloo.

Karena dia tidak mengetahui keadaan di Waterloo, Grouchy terus menekan ke Wavre dengan beranggapan bahwa dia sudah hampir berhasil menekan balik pasukan Prusia kewilayah mereka.

Sementara itu pasukan D'Erlon menyerang dari barat untuk memecah pasukan Wellington dari arah itu, tetapi dia bertemu dengan pasukan Belanda dibawah pimpinan Bjilandt dan pasukan inggris dibawah Sir Thomas Picton.

Pasukan Wellington dan belanda yang menggunakan taktik 2 baris untuk menghindari korban dari artileri napoleon tidak bisa menghadang taktik 9 lapis dari pasukan Peracis karena garis pertahanan mereka tipis, pasukan sayap kanan wellington mulai hancur. 7.000 Pasukan Belanda tewas, sementara 1 divisi kavaleri (2000 orang) inggris dibawah Thomas Picton hancur, Sir Thomas Picton sendiri gugur dalam pertempuran.

Melihat hal ini, Komandan pasukan Kavaleri Berat inggris, Sir Thoman Ponsoby dan Uxbrow segera berusaha menutup celah yang ditinggalkan oleh pasukan Belanda dan Picton. Mereka mengumpulkan semua pasukan Kavaleri berat yang ada dan melakukan Charge kearah pasukan Perancis yg masuk dari arah timur dibawah pimpinan D'Erlon.

Pasukan ini adalah pasukan Elite yang berintikan The 1st king Dragonner, The 1st King Royal Guards, The 2nd Armored Scots, dll. Mereka menerima Pelatihan terbaik, Kuda Terbaik, Senjata terbaik dan berasal dari golongan aristokrat.

Pasukan ini langsung menerjang pasukan D'Erlon yg belom sempat berbaris rapih kembali setelah mengejar pasukan Belanda dan Picton yang kocar-kacir. Mereka langsung memotong pasukan D'Erlon "Right in the middle of their heart". Pasukan D'Erlon langsung terkejut dan segera mundur kearah selatan dan membuat "tusukan" dari arah timur terhenti.

Napoleon yang melihat pasukan D'Erlon terpotong segera memerintahkan Pasukan French Carabiner , 1st Lancer, Royal Cavalier dibawah La Salle segera membantu D'Erlon. Pasukan Inggris sekarang terjepit diantara 2 pasukan Perancis tetapi mereka memberi perlawanan sengit dan tidak ada yang menyerah, mereka melakukan Charge keluar dan masuk kedalam pasukan perancis dan membuat korban di pasukan perancis dalam jumlah besar serta menjatuhkan moral mereka.

Menurut Kesaksian dari 2.000 Prajurit Kavaleri Berat inggris hanya tersisa kurang dari 20 saja yang selamat dalam pertempuran ini, Ponsonby dan Uxbrow terluka sementara banyak perwira lainnya tewas dalam pertempuran ini.

Serangan ini terbukti sangat fatal dan menghancurkan divisi terbaik kavaleri wellington tanpa mampu membuat kerusakan berarti pada pasukan utama Napoleon. Tetapi tindakan mereka meningkatkan semangat dan moral pasukan Wellington dan sekutunya sedangkan menjatuhkan moral pasukan perancis dan yg terutama tindakan mereka membuat pasukan Perancis di sisi timur dibawah D'Erlon harus memobilisasi pasukannya kembali dan merapikan barisan. Hal ini sangat krusial karena akhirnya memberikan tambahan waktu yang dibutuhkan Wellington sampai tiba nya pasukan Prusia dimedan Waterloo.



Lanjutan dari Berwin

Sekarang pasukan pengintai melaporkan bahwa pasukan Prusia telah tiba di sayap kanan pasukan Napoloen. Napoleon yang heran bahwa Grouchy tidak dapat menyerang pasukan prusia itu segera berasumsi bahwa pasukan Grouchy telah dikalahkan dan memerintahkan Lubou memimpin 14.000 prajurit beserta 2 brigade pasukan kavaleri Perancis untuk menahan pasukan Prusia.

Wellington dilain sisi melihat sayap kirinya jebol di terjang oleh pasukan D'Erlon segera memerintahkan pasukannya sendiri utnuk "menambal" lubang itu. Marsekal Ney dari pasukan Napoleon salah menginterpretasikan hal ini sebagai mundurnya pasukan Inggris dan memerintahkan Jendral Milhaud untuk membawa pasukan kavalerinya mengejar pasukan Inggris yang mundur.

Ney yang telah kehabisan pasukan Infantri karena sebagian dipakai untuk membantu jerome di Haugemont dan sebagian lagi dipakai untuk membantu sayap kanan perancis yang sekarang berhadapan dengan pasukan Prusia tidak memiliki pilihan lain lagi kecuali menyerang dgn pasukan Kavaleri.

Setelah pasukan Milhaud menyerang, Ney memerintahkan LeFebrve dan Kellerman juga membawa pasukan mereka, total hampir 9600 prajurit kavaleri Perancis menyerang pasukan tengah dari Wellington.

Wellington yang melihat hal ini segear memerintahkan pasukannya untuk membentuk formasi Kotak dengan lubang ditengahnya. Dia memerintahkan pasukan Artilerinya untuk FIRE AT WILL terahdap pasukan Perancis yang datrang meneyrang.

Formasi ini sangat lemah terhadap serangan artileri atau infantri tetapi mematikan bagi serangan kavaleri karena mereka tidak dapat di flanking. Wellington memerintahkan artilerinya untk menembak segera bukan untuk menghancurkan pasukan kavaleri perancis tetapi untk menciptakan banyak dbeu dan asap sehingga pasukan Artileri Perancis dan yg lainnya tidak dapat melihat sasaran mereka dan jg untuk menakuti kuda2x perancis.

Pasukan Artileri inggris yang dipimpin oleh Mercer memberikan bantuan Light Artilery Support dari sisi kiri pasukan Wellington. Hal ini membuat jumlah korban bertambah besar dipihak Perancis. Pasukan Brigade Cuirasser Belanda jg memberi bantuan flanking dan mendesak pasukan kavaleri perancis untuk mundur kesebelah selatan. Pasukan Kavaleri Perancis pimpinan Ney ini menyerang sebanyak 12 kali tetapi tetap tidak dapat mendobrak pertahanan Wellington. Sementara pasukan Artileri Perancis tidak cukup dekat unutk memberikan bantuan artileri kepada mereka karena disebabkan kondisi tanah yang lembek yang menyulitkan mereka bergerak.

Diakhir Hari, hampir 50 % kekuatan pasukan Kavaleri perancis habis dan tidak mendapatkan hasil apapun, hal ini makin menyurutkan semangat pasukan Perancis.

Pada saat ini pasukan D'Erlon di sisi Timur telah berhasil di mobilisasi kembali dan melakukan tusukan kepada sayap pasukan Wellington yg sudah rapuh. Mereka berhasil membuat celah dan terus menekan pasukan Wellington yang berada ditengah. Marsekal Ney yang melihat hal ini segera memerintahkan pasukan Artileri yang sedari td berusaha mendekat ke tengah medan pertempuran untk segera menempatkan artileri mereka di antara sisi kiri pasukan D'Erlon dan menganti amunisi mereka menjadi Canister Grape Shot.

Ney sendiri kemudian mengumpulkan sisa2x pasukan Kavaleri Perancis dan memobilisasi pasukan infantri perancis yang mundur, Dia mendapatkan sekitar 5000 Prajurit gabungan dan melakukan Charge kembali ke tengah pasukan Wellington. Dia tahu bahwa Wellington akan menahannya dengan formasi yang sama dan tembakan Canister Grape Shot akan membuat korban besar pada pasukan Inggris.

Sedikitnya 3 regiment pasukan inggris musnah dan Wellinton sendiri harus mundur ke utara. Sementara untuk menahan laju pasukan Perancis dia memerintahkan Jendral Adam untk memberikan bantuan artileri dan memerintahkan Uxbridge membawa divisi pasukan kavaleri ringan inggris melakukan flangking terhadap posisi D'erlon dan menghancurkan artileri Canister perancis.


Sementara itu tentara Prusia dari Divisi ke 4 pimpinan Jendral Bulow tiba di Placenoit. Posisi ini berada diwilayah timur laut dari posisi pasukan perancis.

Pasukan Perancis menghadap posisi barat laut sehingga posisi Divisi ke 4 bullow itu nyaris berada dibelakang pasukan perancis.

Hal ini dilihat Napoleon sebagai ancaman dan dia mengerahkan pasukan Lobau untuk menghadapi pasukan ini. Lobau melakukan bayonet Charge kearah pasukan Bullow tetapi salah mempertimbangkan keadaan sehingga malah terpukul mundur dibawah "hantaman" artileri berat. Pasukan Bullow terus menekan keselatan sehingga nyaris memutus jalur mundur satu2xnya pasukan Napoleon ke Paris.

Melihat hal ini, Napoleon mengirimkan 8 Brigade Young Guards untuk membantu Lubou dan mempertahankan jalan mundur ke Paris. Tetapi masih belom dapat menahan laju pasukan Bulow. Napoleon terpaksa mengirim 2 batalion pasukan Middle dan Old Guard nya dan mengerahkan hampir 20.000 infantri untuk mempertahankan jalur mundur ke Paris. Akhirnya pasukan Bulow tertahan dan berhasil dipukul mundur, tetapi hal ini membuat 20.000 prajurit Perancis yg sedianya membantu menekan pasukan Wellington malah tertahan tak berguna untuk melindungi jalur mundur ke Paris.

Ketka hari hampir menjelang malam, Pasukan prusia dibawah Zeithen tiba dari, mereka telah berjalan selama 2 hari dan beristirahat 1/2 hari diperbatasan sebelum bergera ke arah Waterloo. Pasukan ini adalah pasukan hasil kombinasi negara2x konfederasi germania yg setuju bersatu untuk mengalahkan Napoleon.

Ketika dia tiba dimedan perang, dia melihat pasukan Nassau dan Hannoverian sedang dalam posisi mundur dan kacau balau. Dia jg mendaptkan laporan bahwa pasukan Wellington hampir terpecah menjadi 2 bagian dan sekarang posisi pasukan tengah Wellington terpukul mundur.

Dia kemudian mengerahkan pasukannya untk bergabung dgn posisi pasukan Prusia di Placenoit. Tetapi Jendral Muffling dari pasukan Inggris yang melihat hal ini segera mengirim pesan pada Zeithen untuk tidak bergerak kearah selatan dan membantu posisi sayap pasukan Wellington yg udah Kacau balau dihajar pasukan D'Erlon dan Ney.

Zeithen akhirnya setuju dan dia membentuk formasi Sweeping untuk menyerang pasukan Perancis dari arah Flankingnya.

D'Erlon dan Ney yang melihat kondisi Bahaya ini segera berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan posisi La Haire du Saint tempat dimana posisi pasukan perancis dapat membuat pertahanan sebelum di flaking pasukan Zeithen. Tetapi pasukan Wellington yang mendapatkan kabar bahwa pasukan Zeithen akan menyerang flaking dari Perancis memerintahkan pasukannya untk Stand on ground dan mempertahankan La Haire Du Saint mati2xan.

Pasukan D'Erlon dan Ney yang telah kehabisan amunisi segera melakukan bayonet charge ke arah pasukan Inggris yang jg telah kehabisan amunis sejak tadi. Mereka dihadang pasukan Highlander dan Landwehr yang lebih terampil dalam hand to hand combat. Pasukan Ney dan D'Erlon akhirnya terdesak dan mereka terpaksa harus mundur, sementara pasukan Perancis dibawah pimpinan Kolonel Drutte harus menahan charge pasukan Zeithen. Mereka pun akhirnya terpisah adri pasukan utama perancis dan kabur kearah Brusell.

Melihat bahwa pasukan D'Erlon dan Ney sudah kalah, Napoleon melakukan perjudian terakhirnya. Dia melihat bahwa pasukan tengah Wellington telah hampir hancur dan terbuka lebar, Pasukan Sayap kanan wellikngton masih tertahan di hugemont dan sayap kirinya masih harus di Reorganisasi dan dimobilisasi sebelum bisa menyerang. Dia mengerahkan pasukan paling Elite perancis yang tidak pernah terkalahkan dibawah pimpinan Marsekal Cambrone. Dia mengirim seluruh pasukan Old Guardnya untuk maju dan menyerang pasukan tengah Wellington dan menangkap Wellington untk memaksa pasukan Koalisi menyerah.

Awalnya pasukan Old Guard ini melintasi medan perang seperti melewati jalan raya saja, tidak terhalangi. Desingan peluru dan dentuman artileri tidak membuat mata mereka berkedip.

Jendral Chasseu dan Mitland memobilisasi lebih dari 10.000 prajurit untuk menghadapi 3.000 prajurit Old Guard head to head. Setelah bertukar tembakan sebanyak 1/2 lusin akhirnya pasukan Old Guard melakukan charge kedalam pasukan Mitland dan memporakporandakan barisan pasukan Inggris.

Pasukan British Royal Guard yang melindungi Wellington di kerahkan untuk menghadang pasukan Old Guard Napoleon. Akhirnya karena kalah jumlah 5 berbanding 1 pasukan Old Guard Napoleon pun hancur dan beratankan.

Jendral Cambrone menolak mundur dan pasukan Imperial Guard (Old Guard yang paling Elite) tetap tidak bergerak dari medan pertempuran. Pasukan Vivian, Adam, Vandaleur dan Hackett mengepung pasukan itu dari 4 arah dan memaksa mereka menyerah secara terhormat tetapi Cambrone membalas dengan berkata, "La Garde meurt, elle ne se rend pas!"


Mereka terus bertahan hingga penghabisan darah terakhir, Cambrone sendiri akhirnya terluka berat dan tertangkap tentara Inggris.

Kekalahan pasukan Old Guard dan Imperial Guard ini langsung seperti sebuat gaung besar yang menyebabkan pasukan perancis disemua Front mundur.

Pasukan Prusia yang mendengar kemenangan di Front Wellington segera menghimpun kekuatan lagi dan menyerang Placenoit dan kali ini berhasil mematahkan pertahanan pasukan Perancis disana yang telah kalah moral.

Pertempuran sengit berlangsung pasukan Young Guard jg menolak mundur dan bertahan ditempat itu, tetapi akhirnya dengan gempuran artileri dan musket fire akhirnya tempati tu berhasil dikuasai. Pasukan Perancis sebanyak 20.000 jiwa hampir musnah seluruhnya ditempat itu.

Sekarang ini pasukan Kiri, Kanan, Tengah dan Belakang perancis semuanya telah hancur. Napoleon tetap bersikeras tidak mau mundur dan berperang sampai habis, dia berharap pasukan Perancis yg mundur akan bergabung dengannya dan kembali menyerang pasukan Wellington yg jg sedang sekarat.

Tetapi karena besarnya medan pertempuran dan jg banyaknya perwira yang tewas maka pasukan Perancis menjadi tidak teratur dan akhirnya Napoleon diyakinkan untuk segera mundur ke Paris selagi masih sempat.

Pasukan Prusia dibawah Gneisenau segera mengejar pasukan Napoleon yang mundur dan terus menekan mereak dengan hujan artileri. Pasukan Prusia datang dari arah timur laut segera bergerak menuju paris tetapi berhasil dihalangi oleh pasukan perancis yang tersisa. Bulow dan Gneisenau yang khawatir pasukan mereka akan tercerai berai tidak berani menekan lebih jauh dan memilih mengkonsolidasikan kekuatan mereka sembari menunggu pasukan Wellington tiba.

Akhirnya Pasukan Blucher dan Wellington bertemu tepat ditempat Napoleon mengkomando pasukan Perancis pada malam harinya dan menyimpulkan bahwa pasukan mereka telah menang.

Sementara itu.....12 jam kemudian Grouchy akhirnya berhasil mengalahkan Jendral Thielmann dari pasukan Prusia di Wavre dan merayakan kemenangan itu tanpa tahu bahwa Napoleon telah dikalahkan di Waterloo.

Jika saja dia menerima perintah tepat waktu dan berputar untuk mengejar pasukan Bulow sebelum mereka sampai di belakang pasukan Napoleon mungkin cerita perang waterloo akan berbeda.

Akhirnya pasukan Wellington dan Blucher tiba diparis dan memaksa Napoleon untuk turun Takhta. Napoleon sendiri berusaha kabur ke Amerika Serikat tetapi blokade Angkatan Laut inggris menghalanginya dan dia akhirnya dibuang ke Pulau St Helena di Atlantik Selatan.

Korban tewas dipasukan perancis berkisar antara 25.000 jiwa dan kira2x korban dipasukan koalisi jg sama besarnya.


Tambahan dari leyciez

Quote:Peperangan era Napoleon adalah serangkaian peperangan yang terjadi selama Napoleon Bonaparte memerintah Perancis (1799-1815).

Perang ini terjadi (khususnya) di benua Eropa, tetapi juga dibeberapa tempat di benua lainnya dan merupakan kelanjutan dari perang yang dipicu oleh Revolusi Perancis di tahun 1789.

Perang ini menyebabkan perubahan besar pada sistem militer di Eropa terutama artileri dan organisasi militer, dan juga pada masa inilah pertama kalinya diadakan wajib militer secara resmi sehingga jumlah tentara berlipat ganda.

Kekuatan Perancis dengan cepat berkembang, menaklukkan sebagian besar Eropa dan juga cepat ambruknya setelah mengalami kekalahan telak dari Rusia di tahun 1812. Setelah kekalahan ini Napoleon menyerah total, sehingga dinasti Bourbon kembali berkuasa di Perancis. Sementara itu wilayah kekaisaran Spanyol satu persatu daerah jajahannya mulai lepas akibat invasi Perancis, yang mengakibatkan lemahnya Spanyol sehingga memicu timbulnya revolusi di Amerika Latin.

Tidak ada kesepakatan para sejarawan untuk memastikan kapan Perang Revolusi Perancis berakhir dan peperangan era Napoleon dimulai. Beberapa tanggal yang diajukan antara lain :

* Tanggal 9 November 1799, ketika Napoleon merebut kekuasaan di Perancis
* Tanggal 18 Mei 1803, ketika Inggris dan Perancis melanggar gencatan senjata yang mereka sepakati sebelumnya
* Tanggal 2 Desember 1804, ketika Napoleon mengangkat dirinya sendiri sebagai kaisar.


Peperangan era Napoleon berakhir ketika ia mengalami kekalahan dalam Pertempuran Waterloo (18 Juni 1815) dan disepakatinya pakta Paris yang kedua. Beberapa sumber sejarah (terutama di Inggris) menamakan peperangan dari tahun 1792 sampai 1815 ini dengan nama Perang Perancis Raya, atau sebagai babak penutup dari Perang 200 Tahun antara Inggris dan Perancis yang dimulai sejak tahun 1689 sampai dengan tahun 1815.


Tambahan dari wonderisway

ada satu yg kurang bro..kalo boleh saya tambahkan..
ini penting bagi sejarah Eropa soalnya..
ketika tahun 1789 setelah Revolusi Prancis yg dipicu oleh salah satunya VOltaire di awal abad 18, Age of Doubt n Reasoning, posisi Gereja di Prancis semakin terpojok...akhirnya karena revolusi yg kebablasan, banyak monk yg dibunuh, pastor diusir dan gereja ditutup. Dari 40.000 gereja sblm 1789 menjadi tidak lebih dari 150 gereja setelah 1793. bahkan pasukan prancis sampai menahan rumahkan paus.
tapi semua ini akan berubah ketika Napoleon kudeta pada tahun 1799.

singkatnya agak tidak terlalu sara, Napoleon membantu bangkitnya Gereja Katolik di bukan hanya Prancis jg di Eropa. Bahkan di Dunia, dengan kembalinya kekuatan missionaris prancis.

moga2 berkenan dan tidak dianggap sara.


Tambahan dari Lonelyloner1

"Victory is a necessity."
Kemenangan adalah suatu kebutuhan.

'Death is nothing; but to live defeated and without glory is to die everyday.'
Kematian itu biasa aja. Tapi hidup dalam kekalahan dan tanpa kehormatan sama saja dengan mati setiap hari.

~ quote Napoleon, yang paling gua suka.


Tambahan dari Liong33

3 Quote paling gw suka dari napoleon :

Ability is nothing without opportunity.

History is the version of past events that people have decided to agree upon.

The surest way to remain poor is to be an honest man.


Tambahan dari Yanisari

Thanks penjelasannya gan lonelyloner

ane malah makin sadar kalo spanyol emang sadis.
gak dengan orang primitif di tanah jajahannya ataupun sesama eropa, perlakuannya sama2 kejam ya

oiya gan di indonesia ada sekolah militer bikinan perancis ya?
dulu pernah liat ada buku tentang "perang napoleon" di tanah indonesia.

Baru buka buku yng tadi, seru juga rupanya
Saat gubernur deandels diganti oleh janssen yng justru lebih lemah, pulau jawa berhasil direbut inggris dibawah lord minto yng kmudian masuk era "raffles"

Perancis kemudian berusaha merebut kembali jawa dengan menyerang batavia setelah mendarat di cilincing. Perhitungan inggris, pasukan prancis akan mnyerang dari dari arah utara (ancol) sdangkan inggris membuat garis pertahanan sepanjang jalan matraman dengan jajaran meriam2. Tapi pasukan prancis justru masuk lwat hutan2 yng skrng daerah bypass ahmad yani. Kemudian menyerang dari arah jatinegara. Basis pertahanan inggris di jalan tegalan (jln sblm ke matraman) dihancurkan dan banyak mayat tentara inggris dibuang di rawa skitaran jatinegara (skrng sebutannya jd rawa bangke)
Katanya daerah matraman itu jadi lokasi perang seru ala eropa. Pasukan prancis menang karena lebih mengenal medan tempurnya.

komen ane : buset itu daerah yng biasa ane lwatin sehari hari ternyata pernah jadi bagian dari perang napoleon di asia


Tambahan dari Lonelyloner1

Pada masa itu belum ada konvensi geneva atau perjanjian resmi apa pun mengenai perlakuan terhadap tawanan perang.

Jadi tiap negara punya sikap sendiri sendiri, yang mencerminkan permusuhan antara warga negara2 tersebut, dan juga tingkat "keberadaban" mereka.

Contohnya? Yang berperadaban tertinggi pada masa itu adalah Inggris dan Perancis.

Inggris, sebagai superpower pada masa itu, yang mana adalah juga Monarki Berkonstitusi, begitu membanggakan diri pada pengaruhnya yang membawa kewarasan dan peradaban. Maka Inggris bersikap sangat baik pada tawanan-tawanan perangnya. Tentara Perancis yang ditawan Inggris, biasanya nasibnya baik. Luka-luka mereka akan dirawat, mereka diberi tempat tinggal yang lumayan, dan kemungkinan besar akan pulang dengan selamat.

Perancis, sebagai penggagas Kebebasan, Persamaan, Persaudaraan, yang digagas dalam revolusi perancis, juga pada dasarnya menganggap manusia itu setara (hal inilah yang ditakuti monarki monarki negara lain, yang pada dasarnya menganggap keluarga kerajaan itu bukan manusia biasa, lebih tinggi, dimandat tuhan atau apa lah). Di kalangan populasi Prussia dan Austria, Perancis cukup mendapat simpati. Yaah paling tidak nasib mereka ga akan terlalu jelek. Dan perlakuan Perancis pada negara-negara tersebut pun yaa begitu lah. Ga jelek jelek amat, biasa.

Sedangkan hubungan antara pasukan Prancis dan pasukan Inggris? Nah justru malah baik! Tentara Prancis melihat bahwa tentara inggris tidak memperlakukan orang prancis yang ditawan dengan buruk, dan orang Prancis pun maka memperlakukan tawanan perang inggris dengan baik. Seorang tentara inggris yang tertawan Perancis, akan dirawat dengan baik dan kemungkinan besar bisa pulang dengan selamat.

Sebetulnya dari segi ideologi emang Prancis dan Inggris harusnya ga berbeda jauh. Cuman yaa mungkin Inggris ga mau supremasi nya ditantang Napoleon, sedangkan Napoleon sendiri menganggap dirinya adalah kekuatan alam yang memperharui eropa. Jadi secara politik Inggris Prancis musuh bebuyutan. Tetapi perlakuan mereka terhadap tawanan perang masing masing malah pada bagus.

Yang paling parah adalah sikap nya Spanyol dan Russia.

Spanyol, yang pada waktu itu terbelakang karena dominasi katolik yang terlalu kuat (akibat inkuisisi), dan juga keluarga kerajaan yang sangat korup... Warga spanyol membenci orang orang eropa lain yang "tidak bertuhan". Revolusi Perancis itu dipandang atheis juga, dan makanya warga spanyol pada umumnya benci Perancis. Tetapi pada awal masa Napoleon, Perancis dan Spanyol sama sama memusuhi Inggris, dan makanya mereka bersekutu. Tetapi karena Napoleon menganggap keluarga kerajaan Spanyol tidak berguna dan idiot, maka Napoleon memutuskan mengkhianati aliansi ini dan malah meng-anexasi Spanyol.

Dan yang amat sangat memperparah masalahnya adalah kebijakan tentara Perancis menjarah untuk perbekalan mereka. Warga Spanyol yang kolot, keras, hidup di tanah yang gersang dan miskin, dan juga sangat benci orang asing, maka bersikap sangat melawan terhadap pendudukan Perancis. Dan dalam keributan ini, tentara Perancis pun merespon dengan kejam. Hasilnya? Kebencian antara warga Prancis dan warga Spanyol menjadi sangat sangat mendalam. Seorang tentara Perancis yang tertangkap oleh Pasukan Spanyol? Yaa nasib nya akan sangat buruk sekali. Dibakar hidup hidup? Dibikin kelaparan sampe mati? Dipukuli dan dianiaya? Spanyol memang neraka bagi tentara Perancis. Sangat jarang yang pulang kembali ke Perancis hidup hidup.

Russia? Mirip mirip dengan Spanyol. Terbelakang karena dominasi gereja orthodox Russia dan keluarga kerajaan? Desa desa miskin yang lalu apakah kalau tidak dijarah oleh Pasukan Prancis, kalau tidak yaa malah dihancurkan ama pasukan Russia sendiri dalam taktik bumi hangus mereka? Grande Armee nya Napoleon yang menyerbu Russia pada tahun 1812, bisa dibilang mirip sebuah bencana ekologi, seperti wabah belalang yang melalap apa pun yang mereka temui. Dan hal ini sangat membuat populasi Russia membenci pasukan Prancis. Seorang tentara Perancis yang tertangkap oleh pasukan Russia atau oleh warga Russia? Biasa nya bernasib buruk. Ditenggelamkan di sungai? Dipaksa berjalan kaki tanpa sepatu di atas es? Dibakar? Dan sebagainya.

pendeknya?

Inggris - Prancis = perlakuan terhadap tawanan perang itu baik.
Perancis - Spanyol = perlakuan terhadap tawanan perang itu sangat buruk.
Perancis - Russia = perlakuan terhadap tawanan perang itu sangat buruk.
Selain itu? Biasa aja.





yep, Napoleon berasal dari keluarga bangsawan rendahan, keluarga Buonaparte (yaa ga jauh lah dari 'rakyat biasa').

Makanya Napoleon sendiri lah contoh meritocracy Prancis itu, seorang biasa saja yang bisa berprestasi dan menjadi Kaisar.

Tentu aja Napoleon sebenernya aga nepotis juga, dia juga mempromosikan anggota-anggota keluarga nya sendiri, haha.

Tetapi, banyak sekali orang orang , dari berbagai kalangan, baik kalangan atas mau pun bawah, (atau malah dari kalangan kriminal) yang berprestasi di Pasukan Perancis dan meraih posisi tinggi.

Biografi Napoleon Bonaparte dan Peperangannya Biografi Napoleon Bonaparte dan Peperangannya Reviewed by Unknown on 4:58:00 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.